SEPEDA SURGA

...dalam perjalanan sebagai seorang yang baru saja memulai menjadi pengorganisasi tidak lah mudah, halang rintangan membentang menjadi awal mula cobaan dan ujian yang di berikan kepada gua.

menjadi seorang ketua lebih susah ketimbang menjadi seorang sekretaris, itu menurut gua  tidak menurut yang lain, karena waktu itu gua masih belum bisa memegang kendali atau memanaj orang sebagai seorang pemimpin (nah dari situ lah gua belajar)

menjadi seorang sekertaris sebuah organisasi pembentuk organisasi OPPN atau eritanya gua P3O untuk OPPN di zaman gua dulu adalah hal yang sangat sulit, sekertaris yang membutuhkan prant print surat, poto, dan lain sebagainya tuh susah, karena kenapa karena pondok gua dulu bisa di bilang sanagat sederhana, sangat terbatas sarana & prasarana untuk di pakai banyak orang dalam satu waktu hmmmm, walau begitu gua berhasil membuat itu tidak menjadi halangan dan rintangan.

pertama ngeprint surat dan poto-poto calon kandidat ketua OPPN dan posternya harus keluar, dan untuk mencapai keluar itu nggak menggunakan mobil, atau motor, tapi mau nggak mau harus jalan kaki sekitar dari gedung sate bandung ke taman gasibu (KURANG LEBIH)


MENERUSKAN PERJALANAN

Hari dimana sekarang gua kelas 4 KMI dan sangat berbeda sekali dengan hari dimana masih kelas 4 KMI kebawah, di kelas 4 KMI ini gua merasa dibuat untuk tidak istirahat bukan pada waktunya, mempertanggung jawabkan kewajiban, dan sebagainya yang menurut ana itu bisa di bilang HARD if you think it hard.

sudah menjadi tradisi pondok gua yang harus di estafet yaitu ketika kelas 4 KMI harus belajar menjadi pengorganisasi baik yang kecil sampai yang bersofat agak besar, ya untuk tugas pertama kali di kelas 4 KMI ini yaitu menjadi Lajnah Pergantian Pengurus OPPN yang pernah gua ceritain apa itu OPPN. biasa disebut juga P3O (Panitia Pergantian Pengurus OPPN).

yang mana pada masa P3O itu gua ditunjuk menjadi Ketuanya, bertugas menjadi penanggung jawab semua hal yang berkaitan dengan pergantian pengurus OPPN itu, ada satu hal yang menjadi kekurang ana pada waktu itu, yaitu leadership yang kurang, kurang bisa mengatur orang, kurang bisa menyuruh orang, dan memanage orang.

nah pada waktu itu gua bertukar Posisi dengan teman sejawat dari kelas 1 KMI namanya Kiki Andrian Nugraha ya dia cowok bukan cewek cuman namanya aja agak unyu unyu dikit hahaha.

bertukar  posisi disini bukan berarti gua menghindar dari tanggung jawab tapi gua kurang srek dan kurang bisa, (belajar bisa dari sisi lain) 

tukar posisinya adalah dia dari seorang Sekretaris menjadi ketua dan gua dari ketua menjadi sekretaris.

.......bersambung

PILIHAN UNIK

singkat cerita setelah melewati kelas 2 KMI, ujian kelas 3 KMI dan Ujian ujian hidup lainya, akhirnya inilah pilihan ana saat ini untuk masa depan, ana memutuskan untuk melanjutkan perjalanan hidup yang singkat ini di Nurussalam Karawang, seorang Ibu yang tak kenal lelah untuk mendidik, seorang ibu yang selalu menerima pada anaknya yang kembali (silatuharmi) dengan baik, seorang ibu yang sudah mengajarkan ana kurang lebihnya apa artinya kehidupan dan nilai nilainya.

ya, ana melanjutkan menjadi kela 4 KMI, karena setelah ana berpikir secara pikiran manusia dan tanpa membawa hawa nafsu yang sebelumnya menggebu-gebu ingin keluar bahwa ana adalah sebuah emas yang letaknya dalam di bawah tanah, yang apabila sudah muncul kepermukaan maka (orang-orang) akan banyak yang memerlukan (emas) itu. itulah sebuah pilosofi yang diberikan oleh guru kelas (musryif) di kelas 3 kemarin.

KELAS 3 KMI

sekali lagi ana terangkan, blog ini adalah memang blog yang menceritakan tentang perjalanan tahun demi tahun seorang FAUZIE yang bisa disebut belum bahkan bukan siapa-siapa untuk saat ini. Menceritakan seputar kesehariannya yang ia lewati sewaktu masih menjadi santri disalah satu Pondok Modern Alumni Gontor di daerah Karawang.

dalam blog ini ada sedikit cerita-cerita flashback, now, and future, yang insya allah akan diceritakan dan tidak akan terlewatkan, di kelas 3 KMI ini salah satunya adalah adalah sebuah tahun yang amat berat untuk dilewati, yaitu tahun-tahun yang mempunyai godaan berat, kuat dan bisa dibilang bisa memilikukan hati apabila di bawa perasaaan.

ditahun ke-3 KMI ini dimana penentuan rasa ingin lanjut tinggal atau lanjut keluar pondok sempat terlewat dlam benak ana, melanjutkannya di Sekolah setrata Aliyah luar bisa di bilang, tapi semua itu terlewati bukan dengan begitu mudahnya, karena tanpa kesabaran dan keinginan kuat maka saat ini alur cerita hidup ana pasti berbeda dengan saat ini.



MENJADI MATA AIR


suatu pagi dalan sebuah hari, gua awali di tarikan nafas ini dengan berlari kemasjid sambil di teriaki bagian ta'mir masjid "Bissur'ah..." 
dari depan masjid sambil menepuk-nepuk tangannya layaknya kondektur bus yang sedang menunggu paenumpang (Menuju Syurga) 

SETENGAH PERJALANAN

Setengah tahun sudah gua lewati menjadi santri kelas 2 KMI, dengan segala peraturan dan antek-anteknya gua ikuti, Mulai dari Masuk Mesjid Stengah Enam sampe Memasukan Baju seperti biasanya.

yang begitu spesial dari kelas 2 KMI ini, gua dapat merasakan bagaimana rasanya di panggil "Al-Akh"  heheheh yang mana di kelas 2 ini ceritanya gua bisa dibilang sudah menjadi kaka kelas dan mempunya adik kelas di bawah kelas 2 KMI hahahha

seperti yang pertama gua katakan di judul sebelumnya bahwa tidak terlalu banyak hal postitif yang gua lakukan sewaktu kelas 2 KMI, tapi nggak terlalu sedikit juga hal posiitif yang di lakukan,......

dalam masa kelas 2 KMI ini adalah, masa dimana gua terkadang terpuruk dan terkadang riang, kenapa ? gua juga gak tau, pokonya gua ceritakan aja waktu susah diungkapkan dengan kata-kata.

seolah gua pengen Aladawam dari pondok, karena rasa ini yang sungguh sangat membuat gua gak betah.

LEVEL UP

Setelah kemarin melaksanakan ujian yang udah gua ceritain super ketat dan ekselentnya, kali ini beranjak menuju sebuah acara yang menjadi agenda wajib bagi pondok gua, yaitu khataman wada dan panggung gembira, acara itu tuh adalah acara yang oleh sebagian santri ditunggu-tunggu bahkan dinantikan, karena dalam acara itu para santri termasuk gua akan berkresi se kreasi-kreasinya, dimulai dari mengajukan acara, dan kalo sudah di terima acara itu dilanjut dengan latihan yang nggak cukup satu dua hari, tapi satu bulans ebelum acara bahkan dua bulan.

Tahun ini adalah tahun dimana beranjaknya gua dari kelas 2 KMI ke kelas 3 KMI ...yo yoyoyoy Berarti beranjaknya juga sikap ke kanak-kanakan gua dong.... sebenarnya ketika gua kelas 2 KMI ini gak terlalu banyak cerita positif yang perlu gua ceritakan, yang pasti waktu itu adalah dimana tersesatnya gua di jalan yang sesat dan menyesatkan, gua masuk dalam sebuah keadaan dimana itu bukan gua yang seharusnya dan selayaknya, dimana rasa penasaran gua membawa gua kedalam lembah kebodohan, dimana pikiran gua sedang terombang ambingnya masa puber, dan dimana dimana yang lainnya (kecualai dimananya ayu tingting) sampai gua terpojok dalam sebuah situasi yang tidak bisa di bilang biasa.